Ada Kok Yang Mau Sama Kamu

“Astagaa Dia Cantik Banget”

“Ehh Lihat deh, dia Makai Baju apa saja Tetap Cantik”

Entahlah Ini sudah ocehan keberapamu. Bukanya Menikmati Suasana Tamam kau malah asik bermesraan dengan gawaimu, menggulir-gulir linimasa Instagram Selebgram favoritmu. Kau ajak bertemu di taman, katamu kau sedang ada masalah yang ingin kau ceritakan padaku. Katamu, kau butuh bantuanku untuk menyelesaikanya. Tapi nyatanya kau malah asik dengan dunia imajinasimu yang terbentuk dari sosial media itu.

Jadi Apa Masalahmu?, Jadi Ngk si Ceritanya?” 

Aku Yang Mulai membuka percakapan karena sudah bosan menunggu kau bercerita, malah kau jawab dengan senda gurau

Ohh Iya Hampir Ingat hehehe”

   “Ayo sudah bah, cepat. Keburu habis ni Juz alpukat ku, emang kau Mau Nambahin?”

“Enak ajah, Ogah, oke oke Gw Cerita”

“Kira-kira ada Ngk yang mau sama Gw?”  Tanyamu

Sontak Aku Tertawa Mendengar pertayaanmu, jadi Masalah ini lagi yang sedang kau risauhkan?, mengenai pasangan sehidup semati mu yang belum kau temukan. Sebenarnya mengenai hal ini bukan hanya kamu yang merisaukan, ada banyak. Orang diluar sana Sedang risau dengan masalah ini. Mereka terlalu khawatir dengan siapa yang akan membersamai mereka di masa depan, padahal kalau mereka percaya sama kuasa Allah, itu tentunya bukanlah hal yang perlu dirisaukan. Manusia hanya disuruh berserah, namun bukan menyerah.

“Yaa Adalah” jawabku

Ahh Masa Ada Yang Mau sama Gw, Hitam Gini. Kalau Gw Bercermin, cerminannya mau nangis Rasanya ngk nahan Lihat Muka Gw”

Lah gw Lihat Loe 4 Tahun kaga nangis-nangis juga gw,”

“Loe Mah yg ngk Tahu aja Asli Gw kaya mana”

Aku paham sebenarnya yang kau Khawatirkan, namun ada sesuatu yang luput dari perhatianmu. Cobalah kau tengok orang-orang disekitarmu. Ada banyak Ras, bangsa,  warna kulit, ukuran tubuh, bentuk tubuh, toh mereka akhirnya dapat bersama.

Menang benar hampir seluruh orang di dunia ini menjadikan fisik sebagai penilaian utama, entah sadar atau tidak sadar. Cukup mereka saja, kamu jangan. Tak perlu ikut-ikutan sama mereka. Ada Penilaian yang lebih penting daripada penilaian fisik di dunia ini. Namun, kau juga harus berhenti menilai seseorang dari fisiknya. Bukan kah kau tidak suka jika ada yang menilaimu dari fisik?. Berhentilah menilai dirimu dari fisik, apresiasi dirimu sendiri, syukuri atas karunia yang diberikan tuhan padamu. Selalu ada hikmah di setiap penciptaannya.

“Santai Saja, pasti ada kok. Tugas kita adalah menjadi pribadi sebaik-baiknya. Tapi ingat, bukan karena Orang, tapi karena Kita butuh Rahmat Allah”

“Iya Iya Pak Ustad” jawabmu dengan ketus.

Walau ketus, aku tahu bahwa perkataanku sampai padamu.

“Oh iya, lupa aku. Ada Yang Mau sama kamu, dia nanyain Kapan dia bisa kerumah”

Ohh yaa??, Siapa?” Tanyamu sembari curiga

“AKU HAHAHAHA” aku secepat mungkin berlari menghindari amukanmu

“Woii Ngk Lucu” teriakmu sembari kesal karena sasaran amukannya sudah berlari jauh.

Percayalah akan ada masanya kau dipertemukan dengan seseorang lalu dia akan berkata “Ahh dia Tipeku”

Percayalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *