Maaf, Aku Memang Bodoh

Aku memang lemah

Untuk banyak hal, aku adalah orang yang tidak bisa diandalkan. Boleh dibilang, aku memang payah untuk urusan itu.

Jika kamu memintaku berjalan sendirian, aku hanya akan melangkah mengikuti arah angin. Sebenarnya tujuanku sangat jelas, hanya saja, persimpangan dan lalu lalang membuatku kacau menentukan kemana harus berbelok.

Jika kamu memintaku duduk di bangku sopir, aku hanya akan mengegas pelan walau sebenarnya aku segera ingin sampai tujuan. Bukan tidak punya tenaga, hanya saja bagiku terlalu beresiko melaju kencang. Kau tahu beberapa kali aku jatuh karena hilang keseimbangan kan?

Kau telah bekali aku peta, tapi akhirnya jalanan ini seperti labirin juga. Kukira langkahku sudah jauh, ternyata selama ini hanya berputar-putar.

Bagaimana mungkin kau arahkan aku Utara Selatan, barat timur, kalau yang aku tahu hanya kanan dan kiri. Itupun kadang lalai.

Aku memang payah, saat orang-orang mendambahkanmu secara terang-terangan. Aku hanya menjadi pemujah rahasiamu, mendoakanmu sangat berisik kepada maha cinta.

Aku memang payah, tapi percayalah aku punya tujuan. Kalau ternyata kita sejalan, berkenankah engkau ikut denganku, bersamadi kendaraan kehidupan.

Setidaknya aku bisa jadi teman bicara di perjalanan.

Aku tidak dapat menjanjikan apapun. Lagipula aku bisa apa?.

Aku bukanlah seorang pemimpin yang baik, tapi akan kuusahakan selalu menuntunmu kearah yang baik. Aku bukanlah seorang pendengar yang baik, tapi saat kau butuh melepas keluh kesahmu, aku akan selalu ada disebelahmu. Aku bukanlah seorang orator yang baik, tapi aku akan selalu berusahan bertutur kata yang baik untukmu. Jadi, berkenankan engkau bersamaku?.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *