Cultural Lag Menjadi Budaya

Mempunyai sifat “jam karet” adalah prilaku yang sebenarnya adalah hal yang tidak baik, namun lucunya hal seperti ini adalah lumrah dimasyarakat kita. Sebenarnya bukan hanya masalah disiplin waktu, masalah tentang disiplin waktu di Indonesia sebenarnya sama saja dengan disiplin-disiplin yang lain. Seperti disiplin berlalu-lintas atau disiplin membuang sampah pada tempatnya. Suka tidak suka harus kita akui kesadaran bangsa untuk berdisiplin kurang jika dibandingkan negara-negara lain. Sejujurnya jika budaya Ramah, santun dan bersahabat masyarakat kita diiringi dengan budaya disiplin bukan tidak mungkin negara kita menjadi negera yang dapat dihormati negara lain.

Budaya ini seoalah adalah nafas bagi masyarakat kita, Walaupun jam dinding ada di setiap rumah, jam tangan ada di dekat pergelangan tangan kita, sampai yang paling dekat – ada pada gadget kita, tapi perilaku kita tetap saja sangat toleran terhadap elestatisitas waktu. Sudah membudaya dimana-mana, dan tak ada keraguan soal itu. profesor kelahiran Tegal, Abu Su’ud, dalam bukunya berjudul ‘How To Be Real Indonesian’ menyebut gejala itu dengan sebutan cultural lag.

Pansos Adalah Kultur Kita

Sederhananya cultural lag adalah kondisi di mana terjadi kesenjangan antara berbagai bagian dalam suatu kebudayaan. Hal ini disebabkan perubahan pada suatu bidang tidak diimbangi perubahan pada bidang lainnya. Begitu juga cultural lag tentang waktu, teknologi sudah canggih namun kesadaran akan menghargai waktu malah semakin menurun.

Tentunya sebagai manusia maju, kita harus lebih menghargai waktu, menghargai orang lain. Ada sebuah perkataan lucu dari guru saya mengenai jam ngaret ini.

Kalau kamu sering ngaret, jodohmu juga akan ngaret datangnya”

Lelaki Dengan Impian Bodohnya

Tentunya “Jodoh” disini bukan hanya dalam bentuk manusia. Jodoh juga bisa diartikan rezeki. Semoga kita bisa lebih menghargai waktu karena waktu tidak bisa kembali, tidak bisa diputar, apalagi dicelupin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *