You are here
Home > Unik > Caper dan baper karena Allah

Caper dan baper karena Allah

Caper dan baper di era ini sering di alami oleh orang-orang banyak, caper atau baper untuk saat ini lebih sering di alami oleh para remaja namun bukan berarti orang dewasa juga tak mengalami hal ini. baper (bawa perasaan) bisa diartikan sebagai sikap sensitif atau sentimen berlebihan, terhadap hal-hal tertentu. Sementara caper (cari perhatian) merupakan gejala mental yang identik dengan perilaku hiperaktif.

Kedua kata ini sering kita lihat terjadi kepada mereka yang saling memiliki ketertarikan, satu pihak caper pihak lain beper, namun bagaimana jika kita ubah pandangan kita tentang caper dan baper  terhadap manusia menjadi ke Allah.

Kita harus caper kepada Allah, dan lagi pula caper kepada Allah tidaklah sulit berbeda dengan si doi yang terkadang tidak pedulih atau acuh tak acuh kepadamu.

Seharusnya caper kepada Allah yang harus kita tingkatkan karena ketika jasad telah terpisah dengan ruh yang terbang ke langit hanya Allah yang akan menentukan nasib kita, apakah kita akan bersama orang-orang yang sholeh atau akan dicampakkan ke neraka bersama orang orang yang mengabaikan perintahnya di dunia.

Bagaimana cara mencari perhatian Allah?

Berikut ini 3 cara untuk mencari perhatian Allah:

Abdullah (bin Mas’ud) RA berkata, “Saya bertanya kepada Nabi, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?’

Beliau bersabda, ‘Shalat tepat pada waktunya’

Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’

Beliau bersabda, ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’

Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’

Beliau bersabda, ‘Jihad (berjuang) di jalan Allah.”

(H.R. Bukhari, hadits Shahih dan terdapat di dalam Shahih Bukhari)

Sederhana bukan? Semoga kita selalu mencari perhatian Allah di dunia ini agar mendapat ridhanya, daripada lebih mengutamakan mencari perhatian kepada manusia.

Baper karena Allah juga harus ditingkatkan, baper karena melanggar laranganya, pernahkah kita berpikir jika tak ada rasa takut saat melanggar larangan Allah berarti ada yang salah dengan hati kita. Pernahkah kita tersadar bahwa lancangnya kita melakukan hal-hal yang dilarang agama, meninggalkan perintah agama, dan meremehkan ajaran-ajaran agama. itu semua karena betapa minimnya rasa takut kita kepada Allah.

Salah satu sikap yang harus dimiliki oleh seorang muslim adalah rasa takut kepada Allah Ta’ala. Sungguh, takut kepada Allah Ta’ala merupakan salah satu ciri orang-orang yang beriman. Dengan sifat takut itu seseorang akan selalu berbuat baik dan beramal shalih.

Sedihlah wahai kawan ketika kita sangat baper kepada manusia. namun minim baper kepada tuhan sang pecipta alam semesta ini, yang telah menghidupkan dan mematikanmu.

Maka mari baper kepada Allah saat kita telah melanggar laranganya dan terus kita ulangi, baperlah ketika kita terus melanggar laranganya namun ia masih terus memaafkan kita, bukankah Allah sangat romantis? Dia yang selalu memafkan kita saat kita melanggar laranganya.

Semogah kita menjadi pribadi caper dan baper ke Allah, karena kepadanyalah kita akan kembali, semoga kita selalu mengkoneksikan hati kita kepadanya.

baca juga

3 thoughts on “Caper dan baper karena Allah

  1. Ketika baper menjadi hal positif pada diri…
    Bawa perubahan
    Istiqamah dalam kebaikan
    Meski butuhkan perjuangan
    Kawan, perjuangan kita masihlah panjang…

Tinggalkan Balasan

Top