You are here
Home > Cerpen > Memeluk bayangmu

Memeluk bayangmu

Pagi itu adalah pagi yang begitu indah,udara yang membawa ketenangan bersama mentari  malu-malu menampakkan sinarnya entah mengapa hari itu rencana kaburku dari pondok berjalan sangat mulus dari pondok hingga ke toko buku tujuan sangat mulus tak ada hambatan sama sekali, Hari itu aku berencana mencari buku yang sudah lama aku dambakan buku dari om Tere liye buku yang telah lama terbit namun itu tak menghalangi niatku untuk memilikinya PUKAT itulah judul bukunya Setelah berkeliling sebentar akhirnya aku menemukan sang biang keladi penyabab kaburnya aku dari pondok betapa beruntungnya aku karena bukunya hanya tersisah satu buah saja.

setelah menyakinkan diri bahwa buku itulah yang aku cari serta aku dambah dambahkan maka segera aku mempercepat langka kaki ku agar bisa menyelesaikan pembayaran dan bisa langsung menikmati isinya. Tapi belum sempat langka kaki ku tiba di kasir tanganku tiba tiba di pegang oleh seseorang “maaf mas tunggu sebentar!!” kucoba menoleh ke arah penghambat langkaku dan terlihat seorang wanita berjilbab merah serta bargaun putih,ada apa?tanyaku buku itu buat saya aja ya. Haaaa!!! cewe ini gila apa?!! sok kenal sok akrab banget sok pegang pegang tangan dan tiba tiba meminta buku yang telah lama aku dambahkan aneh banget sii!! “Iya mas buat saya ajah bukunya”terlihat wajah putihnya sedang memelas “aduh maaf banget mbk saya juga butuh buku ini”. “ayolah mas buat saya ajah bukunya nanti saya yang bayar ayolah mas.” Setelah agak lama kami saling mempertahankan keinginan masing-masing akhirnya aku kalah,aku kalah bukan karena dia mengalahkanku secara fisik atau dia memenangkan adu argumen tapi aku kalah oleh wajah cantiknya yang bagiku siapapun yang melihatnya pasti akan bergetar hatinya apa lagi aku tak kuasa berbicara lama bersama wanita secara langsung.

Setelah ia menerimah buku itu lalu ia mengatakan terima kasih ya mas dengan senyumanya yang membuat aku salah tingkah ia pun segera berlalu ke arah kasir. Ahh sial kenapa coba aku kasih itu buku,padahal sudah lama diincar malah ngk dapat.Gara gara cewe kampret tadi okelah dia cantik sii tapi bikin jengkel.maka Untuk menghilangkan rasa jengkelku ku coba mencari list film yang ada di bioskop karena kebetulan bioskop itu satu gedung dengan tokoh buku tadi,setelah melihat lihat beberapa daftar film dan memilih salah satu film yang menurutku cukup keren buat ditonton  Setelah menunggu cukup ama akhirnya jadwal film yang aku mulai akan segerah diputar dengan perasaan was was aku memasuki gedung theater pemutara film dengan perasaan was was khawatir bila aku ketahuan oleh ustadku kalau aku kabur dari pondok.

Setelah mencari nomor kusrsi yang sesuai tiketku dan menemukanya segera saja aku menikmati film yang akan diputar,filmnya cukup keren dan cukup membuatku melupakan si wanita kampret itu. Tapi melupakan si wanita kampret itu hanya sesaat saja dan sialnya lagi ia menonton film yang sama dengan aku tonton ditamba lagi ia duduk hanya berpisah satu kursi denganku.”ehh mas yang tadinya?  ternyata nonton juga ni mas dan kita ketemu lagi mas hehehe” ah sial mengapa dia muncul lagi si wanita kampret ini apa lagi dengan senyuman manisnya yang ia bawa bersamanya.”iya aku nonton juga” jawabku. “mbk nonton film kanya gini juga?” tanyaku.”salahkah kalau aku nonton film!!” wahh dia mulai emosi nii “bukan begitu mbk biasanya kan cewe kanya mbk sukanya nonton film korea korea gituu”.”iyaa tapi aku ngk kanya gitu”. “iya dehh terserah mbk ajahlah”.”nah gitu donk jawabnya”Buseeet ni cewe pede banget.

“Mas lapar ngk makan yukkk” waduhh ni cewe kok pede bangett malah ngajak ngajak makan lagi kenal ajah belum sehari udah ngajak makan.”Lapar sii tapii…mbk lah yang bayarin” candaku “oke aku yang bayarin”Buseettt mampus aku. Makanan yang berupa ayam goreng,kentang goreng serta nasi itu tak membuat aku nafsu makan sama sekali semua terasa hambar bagiku lidahku seperti mati rasa saja ini semua gara gara dia si wanita kampret yang kini duduk tepat di hadapanku senyumannya yang manis bersama jilbab merahnya sama sekali tak membuatku semnagat untuk makan. “Mas tinggal dimana?” tanyaya yang membuatku tersentak kaget “ehh aku tinggal di Gutem”,”Gutem!! area mana mas?”tanyaya dengan kaget.”ehh di Ponpes tinggalnya aku” ohhh anak pondok tho,ia anak pondok jawabku pelan.

semakin lama ia semakin banyak bertanya pertanyaan ringan tapi lidahku terasa sangat berat untuk menjawabnya. Setelah mengobrol cukup lama dan makanan hambar ini telah aku habisi begitu pun dia juga telah selesai memakan makanan yang ia pesan kami memutuskan untuk pulang dan lagi lagi kesialan terjadi,ternyata rumahnya satu jurusan dengan pondokku.selama di angkkot pantattku terasa sangat panas selama aku duduk didekatnya.akhirnya ia memberhentikan angkot itu dan segera turun namun sebelum kami berpisah kami sempat bertukar nama Facebook.Aku pun telah tiba ditujuanku,turun dengan perasaan was was karena lagi lagi takut akan ketahuan ustadku tapi untungnya tak ada kejadian yang tidak diinginkan,aku sebenarnya sangat ingin pulang secepatnya namun entah setan apa yang telah mempengaruhiku sehingga aku sekarang telah berada di warnet untuk sekedar melihat lihat Facebook.terlihat diberanda facebook ku notifikasi permintaan pertemanan yang dengan mudah aku dapat menebak orangnya dialah si wanita kampret itu.

Semenjak hari itu kami sering melakukan chatingan walau dalam seminggu hanya sekali tetapi kegiatan ini kami lakukan sangat rutin banyak hal yang kami bahas mulai dari kegiatan masing masing,hobi masing masing dan banyak hal lagi yang kami bahas Hingga pada saat aku telah memasuki semester 2 di kelas 2 dia mengajakku bertemu di sebuah pantai yang bernama lamaru aku pun mengiyakan lagi pula sudah lama aku tak jalan jalan.Hari yang telah ditentuka telah tiba setelah menunggu cukup lama akhirnya ia datang,bagiku ia sangat bertambah cantik ditambah lagi sebuah senyuman khasnya yang masih membuatku gemetaran,di hari itu kami menghabiskan waktu dengan bersenang senang mulai dari hanya sekedar jalan jlan di pantai hingga makan bersama hingga petang datang kami memutuskan untuk pulang dirumah masing masing sebelum berpisah ia mengatakan rasa terimah kasinya karena telah menghiburnya. setelah pertemuan kami dipantai kami tetap akrab seperti biasanya hingga pada suatu hari ia tak ada kabar sama sekali entah mengapa ia menghilang tanpa sebab kucoba menghubunginya berkali kali tapi hasilnya tetap sama tak ada jawaban darinya ahirnya aku memasuki hari hari akhirku di pondok sebentar lagi aku bersama kawan kawan akan menghadapi Ujian nasional aku pun mulai melupakanya.

Hingga pada suatu hari sebuah pesan masuk di Facebook ku ternyata itu pesan dari wanita yang telah lama menghilang didalam pesanya ia mengajakku bertemu ditempat yang sama di tempat kami pernah bertemu aku segera mengiyakan dan bergegas kesana. “Assalamualaikum” sapa ku,”Waalaikumsalam” jawabnya sambil menoleh ke arahku “ada apa?” tanyaku. “ada sesuatu yang ingin aku bicarrakan” jawabnya. Selama aku berteman dia hanya ku anggap sebagai teman biasa tapi tak pernah aku lihat ia seserius ini dalam berbicara. dan dari penjelasanya kini aku tahu bahwa ternyata ia juga seorang manusia biasa,manusia yang juga bisa merasakan cinta ke seseorang dia telah jatuh cinta kepada seorang yang bernama Abdul mansur jihad nama yang diberikan orang tua ku. tentu mendengar penjelasanya aku sangat terkejut selama ini aku hanya menganggap ia sebagai seorang teman tak lebih aku tak menyanggka ia mempunyai rasa spesial kepadaku.”Maaf syah aku tidak mau pacaran”. “tapi surr aku sangat suka sama kamu,aku sayang banget sama” kamu jelasnya yang kini telah mengannti kata mas menjadi nama akrabku. “aduh gimananya syah aku kan tidak mau pacaran” jawabku.

“tapi  aku butuh jawabanmu” desaknya.akupun merasa serbah salah “oke akan kujawab minggu depan” kataku. “ngk bisa sekarang kha” minggu depan syahh tegasku. baikalah aku tunggu minggu depan.Mulai hari itu aku memikirkan jawaban terbaik untuk pertanyaan itu tapi aku sudah punya jawaban untuknyaNamun takdir Allah telah berkata lain,aku tak akan pernah menjawab pertanyaanya dan dia juga tak akan pernah mendengar jawabanku,sehari sebelum tiba hari perjanjian kami dia telah pergi meninggalkanku,dia telah pergi meninggalkan dunia untuk selamanya,rasa sedih yang sangat dalam mendengar kabar bahwa ia meninggal diakibatkan sebuah penyakit yang bersarang di otaknya sampai saat ini aku belum pernah menjawab pertanyaanya.

16 thoughts on “Memeluk bayangmu

  1. Menurut ane kalo disertakan gambar yang syar’i mengena banget ma ceritanya kang..

    1. You’ve really captured all the esnltsiaes in this subject area, haven’t you?

  2. ceritanya mmbuat saya sediih,,

    1. I’m so glad that the inetrnet allows free info like this!

  3. Assalamu’alaikum, kak mansyur…
    Pengalaman pribadi, nii? Ehm,

    Ternyata oh ternyata, kenangan manis, yah, kak? Hii
    Itu si perempuan mah gimana. Kalau ka mansyur kata, “aku engga mau pacaran.”
    Seharusnya ia paham dong. Kenapa masih pula maksa tuk jawab. Ahihi

    Sama ini, kak, typo, terus paragrafnya mungkin bisa diatur lagi, yah. Antara dialog dan bukan, tanda baca juga…

    Salam berkarya, semangat menulis, istiqamah dalam kebaikan.

  4. Hai Mansur

    Apa kabar dan salam kenal

    sepertinya cerpennya diangkat dari kisah nyata ya..

    oh iya mau tanya kanyanya itu apa?

    dan kata kata yang tak kumengerti begitu banyak mas..

    coba kedepan buat cerpen yang rapi gitu. kalo bisa pendek pendek biar enak mas.

    salam dari karanganyar

  5. Assalamua’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Wah tadi saya kira cerita fiksi, ternyata kisah nyata.

    Menurut saya, mungkin akan lebih enak dibaca oleh pembaca lainnya jika tulisan ini diedit sedikit sebab cukup banyak typo.

    Semoga kedepannya bisa menulis lebih baik lagi

Tinggalkan Balasan

Top