Semua Akan Dipertanggungjawabkan

#Sebuahcatatannasehat bagian pertama

(ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan Kami), Kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS. Al-A’raf [7]: 172).

Sebelum Ruh sebelum iaa bersatu dalam tubuh, manusia telah berjanji bahwa Tak Ada tuhan selain Allah. Manusia telah berjanji untuk tunduk Dan patuh terhadapa perintah Allah, namun apakah Kita mampu mentepati janji Kita kepada sang Maha kuasa atas segalahnya?.Tak ada lagi alasan Kita untuk Tak mentepati janji kita, Allah telah menurunkan pedomanya agar manusia dapat melaksanakan ikrar tersebut.

Dua pedoman Alquran Dan Hadis, sudah sepantasnya Kita membaca pedoman tersebut agar tidak salah arah dalam kehidupan yang hanya penuh senda gurau ini. Belajarlah dari kisah seorang penyelam yang mati tenggelam karena Tak paham akan pedoman. Iaa mengira tanda jempol yang diberikan kepadanya sebagai tanda Good atau bagus maka ia terus melanjutkan penyelam nya semakin dalam. Padahal sejatihnya tanda jempol yang diberikan kepadanya adalah tanda perintah untuk naik karena Ada sesuatu yang berbahaya dibawah Sana.

Tentunya Kita dalam menjalani kehidupan Tak ingin seperti penyelam tadi, yang tewas karena Tak membaca pedoman.Hari penghakiman akan segerah tiba, hari dimana janji akan diminta untuk ditepati. Sudah banyak tanda alam yang memberikan kode bahwa hari itu sebentar lagi.Tentunya kita tak ingin masuk sebagai daftar manusia yang ingkar. Maka mulai saat ini sudah sepantasnya kita untuk mentepatinya. Dunia hanya permainan bagaimana mungkin kita menjadi manusia yang solid jika kehidupan hanya penuh senda gurau. Allah telah berfirman dalam kitab yang penuh keagungan bahwa ia tak akan mengubah suatu kaum sebelum kaum itu yang bergerak.Maka sebagai seorang muslim sudah sepantasnya kita tak terlena dengan kehidupan dunia. Karena kehidupan yang abdi adalah ketika nafas telah berhembus dan bergerak kepada sang ilahi, karena semua akan diminta pertanggungjawabanya oleh sang raja hakim, Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *